Reses di RW 04 Cigugur Tengah, Anggota DPRD Cimahi Bambang Evaluasi Infrastruktur dan Sosialisasikan Program Prioritas Nasional
Kota Cimahi, (AntusiasNews.com). - Anggota DPRD Kota Cimahi, Bambang, menggelar kegiatan reses masa sidang di RW 04, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah. Reses ini dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi capaian pembangunan infrastruktur permukiman sekaligus penyelarasan program prioritas pemerintah pusat dan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam pemaparannya di hadapan warga, Bambang menyampaikan sejumlah realisasi hasil reses pertama yang telah tuntas dikerjakan di lapangan. Realisasi tersebut meliputi pembangunan infrastruktur permukiman berupa pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan, pembangunan jalan setapak, pemasangan paving block, serta peningkatan penerangan melalui pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan panel PJU di titik-titik permukiman warga.
"Seluruh program tersebut telah terealisasi nyata di lapangan dan laporannya sudah kami terima secara resmi dari dinas-dinas terkait. Ini bukti komitmen kami mengawal aspirasi warga hingga tuntas," tegas Bambang.
Selain evaluasi infrastruktur, reses kali ini juga diisi dengan sosialisasi arahan dari DPP Partai Gerindra untuk meluruskan disinformasi yang berkembang di masyarakat. Dua isu utama yang menjadi fokus adalah keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos).
Terkait MBG, Bambang memastikan program unggulan pemerintah pusat tersebut tidak akan dihentikan. Ia menegaskan MBG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
"Program Makan Bergizi Gratis ini ditujukan untuk menyiapkan masa depan generasi muda Indonesia yang sehat dan cerdas. Program serupa sudah terbukti sukses di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan Cina dalam meningkatkan kecerdasan serta kesehatan fisik anak," ujarnya.
Sementara terkait bansos, Bambang menekankan pentingnya pembenahan dan validasi data penerima bantuan APBN seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ia meminta proses pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang dan akurat mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan agar penyaluran tepat sasaran.
Menanggapi data desil di Kota Cimahi yang tercatat sekitar 19.000 penerima, Bambang mengimbau pengurus RT/RW, kader PKK, dan tokoh masyarakat untuk proaktif mengawal pembaruan data kependudukan di wilayahnya masing-masing.
Ia juga menjelaskan terkait kekhawatiran warga soal batasan penghasilan dalam penentuan desil.
"Pengelompokan desil dari Desil 1 sampai 4 diperuntukkan bagi penerima bantuan, sementara Desil 7 sampai 9 untuk kategori mampu. Tujuannya satu, agar alokasi anggaran APBN benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan," jelasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog interaktif dan penyerapan aspirasi warga RW 04 Cigugur Tengah terkait prioritas pembangunan untuk periode selanjutnya. (Dany/Agus Nyno)

Posting Komentar