Bidik 10 Besar Nasional, Pemkot Cimahi Luncurkan CHIMA 2026 dan Pengukuran Indeks Inovasi Daerah
Kota Cimahi, (AntusiasNews.com). — Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan Cimahi Motekar Award 2026 atau CHIMA 2026. Peluncuran dirangkaikan dengan sosialisasi Pengukuran Indeks Inovasi Daerah sebagai langkah strategis menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Command Center Kota Cimahi pada hari Selasa (21/07/26), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. Turut hadir kepala perangkat daerah, ASN, akademisi, serta tim penilai inovasi daerah.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan inovasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendasar birokrasi, khususnya di tengah keterbatasan fiskal daerah.
"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru di situlah kreativitas aparatur diuji agar mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Dari Kuantitas ke Kualitas
Capaian inovasi Cimahi terus menanjak. Pada Innovative Government Award 2025, Kota Cimahi meraih predikat Kota Sangat Inovatif dan menempati peringkat ke-12 nasional. Posisi itu naik dari peringkat ke-18 pada tahun sebelumnya.
Tahun ini targetnya lebih tinggi: menembus 10 besar nasional IGA 2026. Untuk itu Pemkot mengubah strategi. Jika sebelumnya fokus pada jumlah inovasi, kini diarahkan pada kualitas dan tingkat kematangan inovasi sesuai indikator penilaian nasional.
Saat ini Cimahi tercatat memiliki sekitar 450 inovasi di berbagai perangkat daerah. Sementara sistem penilaian IGA hanya mengakomodasi maksimal 200 inovasi. CHIMA 2026 hadir sebagai instrumen penyaringan sekaligus pembinaan agar inovasi yang diajukan benar-benar memenuhi standar dan berdampak langsung ke masyarakat.
Integrasi ke Reformasi Birokrasi
Hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah tidak berhenti di ajang kompetisi. Datanya akan diintegrasikan ke dalam Sistem Reformasi Birokrasi Terintegrasi atau SURABI 3.0. Dengan begitu capaian inovasi akan memengaruhi penilaian reformasi birokrasi tiap perangkat daerah.
Agar prosesnya lebih terukur, Pemkot menggandeng Laboratorium Kebijakan dan Inovasi Daerah bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani atau Unjani, serta pendampingan dari The Local Enabler atau TLE.
Lima Kategori Kompetisi
CHIMA 2026 dibuka dalam lima kategori, yaitu:
1. OPD Terinovatif
2. ASN Terinovatif
3. Tenaga Pendidik SD/SMP Terinovatif
4. Puskesmas/UPT Terinovatif
5. Inovasi Janji Politik
Kategori kategori tersebut adalah untuk mendukung percepatan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.
Ngatiyana menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah mengawal langsung proses penginputan data inovasi. Periode penginputan berlangsung mulai awal Juli hingga pertengahan Agustus 2026.
"Jadikan inovasi sebagai budaya kerja. Tujuannya agar pelayanan publik di Kota Cimahi semakin cepat, adaptif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat posisi Cimahi sebagai salah satu daerah paling inovatif di Indonesia," tegasnya. (Dany/Agus Nyno)
Dilansir dari : Bidang IKPS

Posting Komentar