Contoh Hidup Harmoni Di Tengah Perbedaan Ada Di Kampung Adat Cireundeu Dengan Toleransi Antar-Umat Ber-Agamanya Yang Kuat
Abah Widi, sesepuh Kampung Adat Cireundeu, menekankan pentingnya saling menghormati, "Kami saling menghormati satu ajaran dengan ajaran agama yang lainnya. Jadi masyarakat adat di sini meskipun tidak puasa, tapi menjaga etika dan menghormati yang puasa."
Kampung Adat Cireundeu, yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16, menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan harmoni dapat terwujud di tengah perbedaan. "Silih Ajenan" atau saling menghormati menjadi kunci keberhasilan mereka.
Abah Widi menambahkan, "Kalau dalam bahasa Sunda itu istilahnya 'Teu meunang sirik pidik jail kaniaya'. Jadi enggak boleh iri, dengki, usil, dan zalim dengan sesama. Kita harus saling menghormati."
Dengan semangat toleransi yang kuat, Kampung Adat Cireundeu menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk hidup berdampingan dan menghargai perbedaan. (Dany/Agus Nyno)

Posting Komentar